Total Tayangan Halaman

Kamis, 20 Juni 2013

MANUSIA DAN HARAPAN

MANUSIA DAN HARAPAN

Manusia dan Harapan

Harapan adalah suatu keinginan yang diharapnkan terjadi, dan setiap individunya memiliki harapannya masing – masing. Didalam setiap individu ada dua dorongan yang mendasari yakni kebutuhan dan kodrat.

Semua harapan tersebut bergantung pada setiap pengalam serta kemampuan seseorang. 
Harapan juga harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan, agar harapan itu terwujud, maka perlu kita perlu adanya suatu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia juga wajib berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana agar tercapainya harapan kita.

           
Persamaan Harapan dan Cita-cita

Biasanya seseorang berharap untuk masa depannya, dimana ia mencita – citakan memiliki pekerjaan, keluarga, atau lingkungan yang baik bagi dirinya.

Setiap manusia yang memiliki harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.

Saat kita berharap kita harus percaya pada diri kita sendiri kalau kita dapat mencapainya dan tak kenal putus asa hingga yang kita cita – citakan itu tercapai. Manusia juga wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Cita-cita adalah Impian yang harus disertai dengan tindakan. Dari kecil kita pasti selalu dinasehati oleh orangtua, guru untuk menggapai cita-cita kikta setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita dalam hidup kita itu membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai cita – cita kita untuk kehidupan yang lebih baik di dunia.

Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterusnya.

Tidak kebanyakan orang bisa menentukan cita –citanya dan tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan.




Penyebab Manusia Mempunyai Harapan

Dorongan kebutuhan hidup

Sudah kodratnya setiap orang memiliki kebutuhan dimana terbagi atas kebutuhan rohani dan jasmani. Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan,
dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan. Kebutuhan rohani misalnya ; beribadah,membaca kitab suci, dll.

Dorongan kodrat

Dorongan kodrat menyebabkan manusia memiliki suatu harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.


Status

Setiap manusia membutuhkan status yaitu status keberadaanya, status dalam keluarga, status dalam masyarakat dan status dalam negara. Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu misalnya anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negative.

Kepercayaan

Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.


Usaha-usaha Meningkatkan Percaya pada Tuhan

  Usaha itu antara lain:
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.

|SUMBER : Buku IBD karangan Widyo Nugroho dan Achmad Muchji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar