MANUSIA DAN
HARAPAN
Manusia dan Harapan
Harapan
adalah suatu keinginan yang diharapnkan terjadi, dan setiap individunya
memiliki harapannya masing – masing. Didalam setiap individu ada dua dorongan
yang mendasari yakni kebutuhan dan kodrat.
Semua harapan
tersebut bergantung pada setiap pengalam serta kemampuan seseorang.
Harapan juga
harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun
kepercayaan kepada Tuhan, agar harapan itu terwujud, maka perlu kita perlu
adanya suatu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia juga wajib berdoa. Karena
usaha dan doa merupakan sarana agar tercapainya harapan kita.
Persamaan
Harapan dan Cita-cita
Biasanya
seseorang berharap untuk masa depannya, dimana ia mencita – citakan memiliki
pekerjaan, keluarga, atau lingkungan yang baik bagi dirinya.
Setiap
manusia yang memiliki harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman,
lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu
harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.
Saat kita
berharap kita harus percaya pada diri kita sendiri kalau kita dapat mencapainya
dan tak kenal putus asa hingga yang kita cita – citakan itu tercapai. Manusia juga
wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Cita-cita adalah
Impian yang harus disertai dengan tindakan. Dari kecil kita pasti selalu dinasehati
oleh orangtua, guru untuk menggapai cita-cita kikta setinggi langit. Semua itu
memang benar karena dengan adanya cita-cita dalam hidup kita itu membuat kita
semangat dan bekerja keras untuk menggapai cita – cita kita untuk kehidupan
yang lebih baik di dunia.
Cita-cita
yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas,
inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung
tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk
menghayal yang tidak-tidak.
Dalam
bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita
bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang
punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress,
lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterusnya.
Tidak
kebanyakan orang bisa menentukan cita –citanya dan tidak semua orang bisa
menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka
bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak
dengan hidup yang berkecukupan.
Penyebab
Manusia Mempunyai Harapan
Dorongan
kebutuhan hidup
Sudah
kodratnya setiap orang memiliki kebutuhan dimana terbagi atas kebutuhan rohani
dan jasmani. Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah.
(sandang, pangan,
dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan. Kebutuhan rohani misalnya ; beribadah,membaca kitab suci, dll.
dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan. Kebutuhan rohani misalnya ; beribadah,membaca kitab suci, dll.
Dorongan
kodrat
Dorongan
kodrat menyebabkan manusia memiliki suatu harapan, misalnya menangis, tertawa,
bergembira, dan scbagainya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma
sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat
atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia
mempunyai harapan.
Status
Setiap manusia membutuhkan status yaitu status keberadaanya, status dalam
keluarga, status dalam masyarakat dan status dalam negara. Harga diri orang
antara lain melekat pada status orang itu misalnya anak haram itu tingkah
lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat
tetap memberikan cap yang negative.
Kepercayaan
Dalam agama
terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan
oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi
kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan
keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri
menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Usaha-usaha
Meningkatkan Percaya pada Tuhan
Usaha itu antara lain:
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
|SUMBER : Buku IBD
karangan Widyo Nugroho dan Achmad Muchji